Menilik Kinerja 3 Lembaga Tinggi IKM UI dalam Evaluasi 100 Hari 3 Lembaga

Menilik Kinerja 3 Lembaga Tinggi IKM UI dalam Evaluasi 100 Hari 3 Lembaga

Selasa (28/3), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) telah melaksanakan Evaluasi Kinerja 100 hari 3 Lembaga Tinggi IKM UI—DPM UI, BEM UI, serta MWA UI UM dan Badan Kelengkapannya—yang dilaksanakan di Aula Gedung B, Fakultas Ilmu Komputer UI pada pukul 16.15 hingga 18.30 WIB.

 

Kegiatan Evaluasi Kinerja 100 hari 3 Lembaga yang bertajuk “Kolaborasi Untuk Perubahan” ini dilaksanakan dalam bentuk Sidang Umum DPM UI yang terbuka untuk seluruh mahasiswa UI termasuk sejumlah anggota Forum Mahasiswa UI 2015.

 

Pelaksanaan Sidang Umum yang dihadiri 144 orang ini dipimpin oleh 3 (tiga) orang presidium sidang yaitu Adlul Hamidi Zalnur (Ketua BPM FH 2015 dan Presidium 1 FORMA UI 2015) sebagai Presidium 1, Faiz Fadhlih Muhammad (Anggota DPM UI 2015) sebagai Presidium 2, dan M. Devakto Ibnu Nurfahmi (Ketua DPM Fasilkom 2015) sebagai Presidium 3.

Sidang dibuka dengan pembacaan Tata Tertib Sidang DPM UI oleh Presidium 3 yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) secara simbolik oleh masing-masing ketua lembaga, yaitu Andi Aulia Rahman (Ketua Umum BEM UI 2015), Catur Alfath Satriya (Ketua Umum DPM UI 2015), dan Abdelhaq Setya Subarkah (MWA UI UM 2015) kepada pimpinan sidang.

 

Agenda dilanjutkan dengan presentasi oleh masing-masing ketua lembaga secara bergantian. Presentasi pertama oleh MWA UI UM dan Badan Kelengkapan yang disampaikan oleh Abdelhaq sebagai MWA UI UM 2015 dan Hari Purnama (Sekretaris Jenderal BK MWA UI UM 2015). Presentasi kedua oleh DPM UI yang disampaikan 3 pimpinan DPM UI yaitu Catur Alfath Satriya (Ketua Umum DPM UI 2015), Raditya Pranadi (Ketua I DPM UI 2015), dan Marisa Damayanti (Ketua II DPM UI 2015). Kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh BEM UI yaitu Andi Aulia Rahman (Ketua Umum BEM UI 2015) dan Taufik Hidayat (Wakil Ketua BEM UI 2015). Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dari peserta kepada masing-masing ketua lembaga.

 

Hasil penilaian kinerja BEM UI serta MWA UI UM dan Badan Kelengkapannya oleh Komisi Pengawasan dan Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPM UI 2015 juga turut disajikan pada siding ini. Presentasi pertama disampaikan oleh Melinda Putri selaku Kepala Divisi Litbang DPM UI dan dilanjutkan dengan presentasi hasil penilaian akhir kinerja BEM UI dan MWA UI UM oleh Rebby Rahmando selaku Anggota Komisi Pengawasan DPM UI.

 

Presentasi yang disampaikan oleh Divisi Litbang DPM UI merupakan hasil survey terhadap 394 orang responden mahasiswa UI yang tersebar diseluruh fakultas dari angkatan yang berbeda dan pengurus lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas yang menggambarkan sejauhmana eksistensi Lembaga Tinggi IKM UI dimata mahasiswa UI.

20150428_181325[1]

Hasil survey mahasiswa atas eksistensi kinerja 100 hari BEM UI 2015 yaitu :

  • sebanyak 96,67% responden mengetahui tentang keberadaan BEM UI dan 3,33% responden tidak mengetahui tentang keberadaan BEM UI
  • sebanyak 57,48% responden mampu menyebutkan nama Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum BEM UI dengan benar dan 42,52% tidak menyebutkannya dengan benar dan/atau tidak mengetahui Ketua Umum dan Wakil Ketua BEM UI
  • terkait dengan program kerja BEM UI yang sudah terlaksana dan menyertakan mahasiswa UI, sebanyak 30,40% responden mengetahui adanya pengawalan Isu Korupsi oleh BEM UI, sebanyak 27,88% mengetahui adanya Grand Launching 3 Lembaga, sebanyak 21,62% mengetahui adanya pengawalan Isu UKT oleh BEM UI bersama BK MWA UI UM, sebanyak 17,27% mengetahui kegiatan #UIPeduli yang dilakukan BEM UI bersama unsur lain di UI, dan sisanya tidak mengetahui Program Kerja BEM UI
  • Sarana publikasi BEM UI yang paling berpengaruh adalah melalui media sosial, dan aplikasi messaging (seperti Whatsapp, line, dan lain-lain)
  • Jenis Informasi yang lebih banyak diketahui dalam masa kerja 100 hari BEM UI adalah seruan aksi yang dinyatakan oleh 31,11% responden

 

Hasil survey mahasiswa atas eksistensi kinerja 100 hari DPM UI 2015 yaitu :

  • sebanyak 79,06% responden mengetahui tentang keberadaan DPM UI dan 20,94% responden tidak mengetahui tentang keberadaan DPM UI
  • sebanyak 38,18% responden mampu menyebutkan nama Ketua Umum DPM UI dengan benar dan 61,82% tidak menyebutkannya dengan benar dan/atau tidak mengetahui Ketua Umum DPM UI
  • terkait dengan program kerja DPM UI yang sudah terlaksana dan menyertakan mahasiswa UI adalah Grand Launching 3 Lembaga dan Open Tender PO OKK UI 2015
  • Sarana publikasi DPM UI yang paling berpengaruh adalah melalui media sosial, dan aplikasi messaging (seperti Whatsapp, line, dan lain-lain)
  • Jenis Informasi yang lebih banyak diketahui dalam masa kerja 100 hari DPM UI adalah seruan aksi Open Tender PO OKK UI 2015 yang dinyatakan oleh 49,56% responden

 

Hasil survey mahasiswa atas eksistensi kinerja 100 hari MWA UI UM 2015 dan Badan Kelengkapannya yaitu :

  • sebanyak 65,42% responden mengetahui tentang keberadaan MWA UI UM dan 34,58% responden tidak mengetahui tentang keberadaan MWA UI UM
  • sebanyak 37,25% responden mampu menyebutkan nama Anggota MWA UI UM 2015 dengan benar dan 62,75% tidak menyebutkannya dengan benar dan/atau tidak mengetahui Anggota MWA UI UM 2015
  • terkait dengan program kerja DPM UI yang sudah terlaksana dan menyertakan mahasiswa UI adalah Pengawalan Isu UKT dan Grand Launching 3 Lembaga
  • Sarana publikasi MWA UI UM yang paling berpengaruh adalah melalui media sosial, dan aplikasi messaging (seperti Whatsapp, line, dan lain-lain)
  • Jenis Informasi yang lebih banyak diketahui dalam masa kerja 100 hari MWA UI UM adalah terkait pengawalan Isu UKT dinyatakan oleh 37,42% responden

 

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil penilaian atas kinerja 100 hari BEM UI dan MWA UI UM serta Badan Kelengkapan oleh Komisi Pengawasan DPM UI. Penilaian yang dilakukan oleh DPM UI atas kinerja BEM UI merupakan salah satu amanat UUD IKM UI pasal 7 poin (b) “mengawasi pelaksanaan Undang Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, peraturan-peraturan dalam lingkup Ikatan keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, dan kinerja lembaga-lembaga di IKM UI (pengawasan)” dan poin (c) “menerima laporan pertanggungjawaban kerja Badan Eksekutif Mahasiswa”, serta juga berlandaskan pada Ketetapan DPM UI yaitu TAP Nomor 05/TAP/DPMUI/II/2015 tentang Prosedur Tetap Hubungan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa UI pasal 18, 19, dan 20. Maka hasil penilaian DPM UI terhadap kinerja 100 hari BEM UI terdiri atas 3 (tiga) poin yaitu penilaian atas Rapat Dengar Pendapat Berkala (RDPB) yang dihadiri oleh BEM UI atas panggilan DPM UI (bobot 10%), penilaian atas Laporan Pertanggungjawaban 100 hari kinerja BEM UI (bobot 50%), serta hasil penialian dari survey terhadap mahasiswa UI (bobot 40%). Dari penilaian atas pelaksanaan RDPB melalui borang penilaian RDPB, BEM UI memperoleh nilai sebesar 79,43. Dari penilaian atas LPJ melalui borang penilaian 100 hari, BEM UI memperoleh nilai sebesar 73,4. Sedangkan penilaian dari survey mahasiswa UI, BEM UI memperoleh nilai sebesar 71,2. Sehingga diperoleh nilai akhir kinerja 100 hari BEM UI (atas hasil penilaian anggota DPM UI dan survey mahasiswa UI) adalah sebesar 73,12 dari total penilaian adalah 100 poin.

20150428_181729[1]

Selanjutnya penilaian DPM UI atas kinerja MWA UI UM dan Badan Kelengakapannya   berlandaskan pada UUD IKM UI pasal 7 poin (b) “mengawasi pelaksanaan Undang Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, peraturan-peraturan dalam lingkup Ikatan keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, dan kinerja lembaga-lembaga di IKM UI (pengawasan)” serta berlandaskan pada Ketetapan DPM UI yaitu TAP Nomor 09/TAP/DPMUI/III/2015 tentang Prosedur Tetap Hubungan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa pasal 18, 19, dan 20. Maka hasil penilaian DPM UI terhadap kinerja 100 hari MWA UI UM da Badan Kelengkapan terdiri atas 3 (tiga) poin yaitu penilaian atas Rapat Dengar Pendapat Berkala (RDPB) yang dihadiri oleh MWA UI UM dan Badan Kelengkapan atas panggilan DPM UI (bobot 10%), penilaian atas Laporan Pertanggungjawaban 100 hari kinerja MWA UI UM dan Badan Kelengkapan (bobot 50%), serta hasil penialian dari survey terhadap mahasiswa UI (bobot 40%). Dari penilaian atas pelaksanaan RDPB melalui borang penilaian RDPB, MWA UI UM dan BK memperoleh nilai sebesar 88. Dari penilaian atas LPJ melalui borang penilaian 100 hari, MWA UI UM dan BK memperoleh nilai sebesar 75,3. Sedangkan penilaian dari survey mahasiswa UI, MWA UI UM dan BK memperoleh nilai sebesar 65,6. Sehingga diperoleh nilai akhir kinerja 100 hari MWA UI UM dan BK (atas hasil penilaian anggota DPM UI dan survey mahasiswa UI) adalah sebesar 72,69 dari  total penilaian adalah 100 poin.

Setelah penyampaian LPJ, sesi tanya-jawab, dan presentasi penilaian oleh DPM UI, kemudian dilanjutkan dengan penetapan “penerimaan atau tidak” atas LPJ masing-masing lembaga oleh peserta yang hadir sebagai anggota Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI yang dipimpin oleh pimpinan sidang. Dan Sidang Umum DPM UI dengan agenda penyampain LPJ 3 Lembaga menetapkan bahwa LPJ ketiga lembaga diterima secara resmi oleh anggota IKM UI sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja dalam menjalankan tugas dan wewenang sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar (UUD) IKM UI.

20150428_182107[1]

Dengan dinyatakannya bahwa LPJ ketiga lembaga telah diterima oleh anggota IKM UI maka berakhirlah agenda Sidang Umum penyampaian LPJ 3 Lembaga Tinggi IKM UI yang kemudian ditutup oleh pimpinan sidang.

 

Berakhirnya sidang umum Evaluasi 100 Hari 3 Lembaga, tak lantas membuat ketiga lembaga tenang dan merasa puas atas hasil penilaian kinerja ini, namun harus mampu menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dikemudian hari dalam memimpin IKM UI hingga 6 Januari 2016. (md)

Legal Drafting Course: Upgrading Pegiat Legislatif Kampus

Legal Drafting Course: Upgrading Pegiat Legislatif Kampus

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI menggelar Legal Drafting Course pertama, kegiatan pelatihan singkat tentang kaidah dasar pembuatan peraturan pada Sabtu (18/4) di Gedung E.202 Fakultas Hukum (FH) UI dari pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri 38 peserta yang merupakan perwakilan lembaga legislatif UI dan se-UI.

Legal Drafting Course menghadirkan Fajri Nursyamsi, S.H., peneliti PSHK FH UI sebagai pembicara. Bapak Fajri menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan karena adanya penyakit “legisferitis”, sebuah istilah yang ia gunakan untuk menyebut penyakit legislasi atau regulasi. Penyakit legislasi/regulasi ini menyebabkan peraturan menjadi tidak efektif. Oleh sebab itu, DPM UI mengundang perwakilan setiap lembaga legislatif untuk meningkatkan kemampuan dalam  pembuatan dan penerbitan peraturan.

Kegiatan yang dibuka dengan sambutan oleh Catur Alfath Satriya (@alfathsatriya) selaku ketua umum DPM UI ini terdiri dari 3 sesi ; sesi pertama memperkenalkan fundamental dari aturan dan kapan aturan dibutuhkan, sesi kedua mengajarkan teknis aturan, dan sesi ketiga yaitu praktik dan pemberian umpan balik dari fasilitator. Legal Drafting Course ditutup dengan tanya jawab antara Catur dan para peserta terkait pembuatan peraturan di ranah lembaga legislatif.

Lembaga se-UI Sepakat untuk Melaksanakan Amandemen UUD IKM UI

Lembaga se-UI Sepakat untuk Melaksanakan Amandemen UUD IKM UI

Kamis (16/4) bertempat di ruang C101 Fakultas Hukum UI, forum ketua lembaga se-UI atau FORMA sepakat untuk melaksanakan Amandemen Undang-undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (UUD IKM UI) pada tahun ini. Agenda FORMA dibuka dengan presentasi dari perwakilan Hakim Mahkamah Mahasiswa Universitas Indonesia (MM UI) Periode 2014/2015 mengenai urgensi dilaksanakannya amandemen UUD IKM UI. Beberapa poin yang disampaikan oleh perwakilan hakim MM UI adalah mengenai inkonsitensi yang dimiliki oleh UUD IKM UI, terlalu kakunya aturan yang mengatur mengenai tata kenegaraan kehidupan kemahasiswaan di UI dalam UUD IKM UI, dan dibutuhkan penyesuaian kekinian dari lembaga kemahasiswaan yang tidak diatur dalam UUD IKM UI.

 

IMG-20150430-WA0002[1]

Anggota DPM UI turut memaparkan hasil sidang mengenai penyikapan pelaksanaan Amandemen UUD IKM UI [Hasil Sidang Anggota DPM UI], DPM UI menjelaskan tujuan pelaksanaan Amandemen UUD IKM UI serta memberikan beberapa rekomendasi kepada forum mengenai teknis pelaksanaan amandemen.

Sidang FORMA juga memutuskan pelaksanaan amandemen. Berikut beberapa poin keputusan dari FORMA yang dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2015. Pertama, forum menyepakati pelaksanaan amandemen UUD IKM UI akan dilakukan tahun ini. Kedua, pelaksanaan amandemen UUD IKM UI dilakukan dengan melalui sidang FORMA. Ketiga, tim drafter Amandemen UUD IKM UI terdiri dari empat perwakilan DPM UI, dua perwakilan Mahkamah Mahasiswa UI 2014/2015, satu perwakilan BEM UI, satu perwakilan MWA UI UM, dan satu perwakilan UKM. Keempat, pelaksanaan Amandemen UUD IKM UI akan dimulai pada tanggal 11 Mei 2015. Kemudian sidang ditutup dengan pemaparan dari DPM UI mengenai rencana penonaktifan dan pengaktifan UKM yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Kemahasiswaan UI.

Grand Launching 3 Lembaga: Langkah Awal Menuju UI yang Lebih Baik

Grand Launching 3 Lembaga: Langkah Awal Menuju UI yang Lebih Baik

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI bersama Majelis Wali Amanat (MWA) UI Unsur Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI sukses menggelar acara Grand Launching 3 Lembaga pada Jumat (27/3) lalu di Auditorium Gedung IX FIB UI. Acara yang bertajuk Don’t Believe Me Just Watch ini merupakan langkah awal 3 Lembaga untuk UI dan Indonesia yang lebih baik.

Grand Launching 3 Lembaga diawali dengan sambutan Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis. M. Met selaku Rektor UI. Direktur Kemahasiswaan, Bapak Arman Nefi, juga turut menghadiri acara bernuansa hitam putih dan jazz ini. Sambutan Bapak Anis dilanjutkan dengan penampilan berbeda dari masing-masing lembaga yang pada intinya mengenalkan visi, misi, nilai serta rencana kerja dari lembaga tersebut. Penampilan pertama diberikan oleh MWA, kemudian oleh DPM, dan ditutup oleh BEM. Catur Alfath Satriya selaku Ketua Umum DPM UI 2015 turut mengemukakan pendapatnya mengenai acara ini.

“Grand Launching 3 Lembaga menurut saya merupakan langkah awal kolaborasi. Dari sini diharapkan 3 lembaga selalu mengedepankan kolaborasi dalam kerja-kerja ke depannya. Karena kita merasa bahwa dengan kolaborasi, kebermanfaatan yang diberikan akan lebih besar. Namun tetap tidak lupa mengedepankan wewenang dan tugas lembaga masing-masing.”

Pernyataan tersebut didukung oleh pernyataan Ketua1 DPM UI, Raditya Pranadi, “Grand Launching 3 Lembaga ini merupakan hal yang baik, karena itu dapat menjadi langkah awalan yang baik pula untuk gerakan 3 lembaga tingkat universitas yang sinergis. Saya optimis selama kurang lebih satu tahun ke depan tercipta kolaborasi yang baik antara DPM UI, BEM UI, dan MWA UI UM dan dapat bermanfaat bagi UI dan Indonesia. Namun hal yang lebih penting, lewat Grand Launching 3 Lembaga ini, kami para pengurus lembaga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa setiap lembaga akan bekerja secara professional, berperan sesuai tugas dan wewenangnya.” tuturnya.

Marisa Damayanti, Ketua 2 DPM UI juga menyatakan hal yang serupa, “3 Lembaga tinggi IKM UI hari ini telah membuka secara resmi dan memperkenalkan berbagai program kerja yang akan dijalankan setahun ke depan dan siapa saja orang-orang luar biasa yang akan menjalankan roda kepemimpinan IKM UI. Dengan terlaksananya Grand Launching 3 Lembaga ini diharapkan ke depannya, lembaga tinggi di IKM UI dapat berkolaborasi dalam kinerja terbaik dan memberi arti yang lebih bagi UI dan Indonesia.” ungkap Marisa.

Grand Launching yang dipersembahkan oleh Humas DPM UI, BEM UI, dan MWA UI UM ini ditutup dengan orasi 3 Ketua Lembaga. Dengan berakhirnya acara ini maka dimulailah perjalanan panjang menuju UI dan Indonesia yang lebih baik. DPM UI berharap mahasiswa UI turut mengiringi perjalanan 3 Lembaga karena berkolaborasi memberi arti. (gfs)