Press release rapat dengar pendapat bulan Maret 2014 dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia

Rapat Dengar Pendapat (RDP) berkala Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI) dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali digelar pada Jumat, 28 Maret 2014. Selain membahas mengenai perkembangan kinerja kepengurusan BEM UI 2014, pada RDP kali ini juga diagendakan untuk sosialisasi mengenai ketentuan hukum mekanisme pengawasan antara DPM UI dengan BEM UI yang tercakup dalam Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) dan Prosedur Hubungan Tetap (Protap) kedua lembaga. Pada RDP kali ini turut pula dihadiri oleh Wirda selaku koorbid internal BEM UI, Anas selaku Kadept Adkesma BEM UI, Rifki selaku Ketua DPM UI, Rina selaku Waka I DPM UI, Fathan selaku Waka II DPM UI, Ica selaku Ketua Komisi Pengawasan II DPM UI, Alifia dan Evin selaku Anggota Komisi Pengawasan II DPM UI, Hani dan Kuna selaku Anggota Komisi Pengawasan I DPM UI, serta Ayu selaku Ketua Komisi Kelembagaan DPM UI.

Pembicaraan agenda RDP kali ini diawali dengan sosialisasi GBHK dan Protap, dimana pihak DPM UI yang diwakili oleh Rina menjelaskan bahwa untuk mekanisme penilaian kinerja BEM UI tahun ini mengalami perubahan. Perubahan tersebut diantaranya adalah dengan tidak memasukkan RDP sebagai komponen penilaian. Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa komposisi penilaian kinerja BEM UI akan dibagi menjadi dua yakni berasal dari anggota DPM UI (memiliki porsi sebanyak 60%) dan dari mahasiswa UI secara umum (memiliki porsi sebanyak 40%). Mengenai porsi penilaian yang diberikan oleh mahasiswa UI secara umum, DPM UI akan memfasilitasinya melalui penyebaran kuisioner yang akan disebar dalam tiga tahap, yakni ketika evaluasi 100 hari kerja, evaluasi paruh tahun, evaluasi akhir tahun kepengurusan. Sementara itu, untuk melakukan penilaian, DPM UI melalui Komisi Pengawasan I akan melakukan screening terhadap program-program besar yang memiliki sasaran dan cakupan yang besar, yang akan dilakukan mekanisme turun lapangan oleh anggota DPM UI sebagai bahan pertimbangan dalam menilai.
Setelah membahas mengenai GBHK dan Protap, agenda dilanjutkan dengan melaporkan perkembangan kinerja BEM UI. Diawali oleh Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), Anas menjelaskan bahwa sampai saat ini Adkesma BEM UI telah melalukan tiga kali advokasi dalam bentuk fisik kepada Kasubdit Fasilitas dan Pemeliharaan Aset, terkait dengan pengadaan lampu penerangan jalan yang berada di dekat gedung Vokasi, lampu penerangan jalan antara FISIP hingga stasiun UI (bekerjasama dengan Adkesma BEM FISIP UI), serta advokasi terkait revitalisasi fungsi trotoar dan jalur sepeda serta jalur pejalan kali. Dari tiga advokasi tersebut, dua diantaranya telah direalisasikan oleh Kasubdit Fasilitas dan Pemeliharaan Aset. Selain itu, Anas juga menjelaskan bahwa pada bulan ini Adkesma BEM UI sedang gencar untuk melakukan reminder beasiswa melalui program Adkesma online pada setiap pagi dan malam hari, serta sosialisasi mengenai biaya masuk, jalur masuk dan jurusan yang terdapat di UI melalui tagar #AyoMasukUI via twitter.

Sementara itu, untuk bidang-bidang lainnya, dijelaksan pula bahwa saat ini tim Litbang BEM UI sedang mempersiapkan bidding untuk beberapa kegiatan besar yang akan dilaksanakan mulai akhir Maret hingga awal Mei mendatang. Untuk Departemen Kastrat, sampai saat ini masih disibukkan dengan pemindahan TPS dan DPT, juga telah melakukan sosialisasi Pemilu guna meningkatkan angka partisipasi politik warga sekitar UI, khususnya yang terdapat di daerah Kutek, Kukel, dan Pocin, serta melakukan aksi pada ajang Car Free Day untuk menyosialisasikan gerakan #SuarakuPenting. Sementara itu untuk Departemen Sosmas, dilaporkan bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan untuk Pagelaran Bocah pada Mei mendatang. Untuk Departemen Lingkungan Hidup, sedang mencoba menjalin relasi yang baik dengan PLK UI untuk merealisasikan agenda pelestarian lingkungan UI. Departemen Seni dan Budaya, hingga saat ini sedang mempersiapkan FPT untuk Festival Paguyuban. Untuk Departemen Pendidikan dan Keilmuan, sedang mempersiapkan dan mengumpulkan jurnal mahasiswa untuk selanjutnya di-compileI serta mengakomodasi PKM yang masuk untuk Pimnas. Untuk Departemen Olahraga, sedang berlangsung bidding olimpiade UI.

Setelah memaparkan perkembangan kinerja BEM UI, dilanjutkan dengan sesi Tanya-jawab sekaligus penyampaian aspirasi oleh pihak DPM UI. Diawali dengan pertanyaan mengenail advokasi wifi dan toilet Pusgiwa lantai 2, Rifki menanyakan apakah BEM UI sudah berupaya untuk mengadvokasikannya? Mengingat aspirasi dari teman-teman UKM, mereka menganggap tidak dilibatkan dalam proses advokasi tersebut, karena teman-teman UKM sendiri mengharapkan adanya gerak bersama terkait advokasi kedua hal tersebut. Lebih lanjut Anas menjelaskan, bahwa untuk pemasangan wifi di Pusgiwa akan tertunda hingga salah satu Subdit Kemahasiswaan pindah kantor ke Pusgiwa. Selain itu, adanya hambatan dana juga
menjadi penyebab molornya pemasangan wifi di Pusgiwa. Untuk advokasi toilet, terhambat pada jumlah personil kebersihan serta keterbatasan fasilitas dimana air untuk Pusgiwa sudah dimatikan sejak pukul 20.00 WIB. Kemudian, pertanyaan kedua ditanyakan oleh Rina mengenai sosialisasi #AyoMasukUI. Rina mempertanyakan, apakah BEM UI memiliki data mengenai segmentasi daerah asal mahasiswa yang masuk UI melalui berbagai jalur secara keseluruhan? Karena berangkat dari keluhan serta aspirasi beberapa mahasiswa baru pada tahun sebelumnya, banyak yang tidak mengetahui informasi-informasi penting seperti informasi mengenai BOPB. Harapannya, ketika BEM UI memiliki data tersebut, dapat dijadikan bahan acuan intensitas sosialisasi #AyoMasukUI. Selanjutnya Anas menjelaskan bahwa untuk data, BEM UI sendiri belum memiliki sepenuhnya, hanya melalui jalur SNMPTN Undangan saja yang sudah tersegmentasi. Untuk prosentasenya sendiri, saat ini daerah asal mahasiswa UI didominasi dari Pulau Jawa sebesar 70% dan sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya. Kemudian, untuk strategi sosialisasi mekanisme pembayaran BOPB, BEM UI sudah menyiapkan poster serta lebih sering melakukan pencerdasan melalui akun media social secara lebih dini, mengingat pihak rektorat sendiri tidak pernah melakukan publikasi mengenai BOPB.

Setelah sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi, pihak DPM UI juga menghimbau kepada BEM UI untuk lebih proaktif dalam melakukan follow up mengenai apa-apa saja yang telah diadvokasikan. Selain itu, pembagian ranah kerja yang jelas antara ranah advokasi MWA UI Unsur Mahasiswa dengan Adkesma BEM UI juga sebaiknya menjadi sorotan awal agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. Terkait dengan pelibatan organ lain semisal UKM dalam hal advokasi, DPM UI sendiri siap untuk menjadi inisiator untuk menyinergiskan gerak UKM sehingga dapat diberdayakan untuk membantu teman-teman BEM UI dalam hal advokasi kepada pihak terkait. (rc)

Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia
Sekretariat: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Kampus UI, Depok
Website : dpm.ui.ac.id | Email: dpm.univ.indonesia@gmail.com | Twitter: @DPM_UI | Contact Person : Cattleya (0812 8325 3791)

Comments are closed.